Posts

Showing posts from December, 2017

Anganku: Kamu di Mataku

Ana di mata Bhanu, Ana itu punya gue. Kalau ada yang berusaha merebut, gue kasih, tp setelah gue ga ada di bumi. Kita tuh ditakdirkan memang berdua. Bersyukur banget deh punya seorang Ana, temen sejak kecil. Dulu, ketika Bandung belum seramai ini kita sering main sepeda dari rumah sampai ke Taman Tegalega. Jaraknya lumayan bagi kami yang masih usia 10 tahun. Ana beda dari perempuan kebanyakan. Ia punya seribu impian dalam hidupnya, satu per satu sedang ia gapai sekarang. Gue sempat berpikir untuk menaruh hati ke dia, tapi tidak jadi. Ana pasti akan tertawa sampai tersendak kalau dengar ini. Katanya, gue itu teman hidup tapi bukan bakal akad dia nanti. Gak apa deh, yang penting gue punya teman spesial seperti Ana. Bhanu di mata Ana, Cowok brengsek yang sialnya jadi temen gue sejak kecil. Meskipun begitu, dia banyak makna sih di hidup gue. Pokoknya, i love you in anyways, Bhanu. *prolog from Anganku's short story

Anganku

Prolog From    : Bhanu Aradhana To      : Anagata  Janmawira Hay Ana! How are you? It’s been two weeks you dont sent me any-massage. Kangen tau! I know you are being bussy, tapi sekali aja lo chat gue gabisa ya? Lo Cuma cukup ketik ‘Hai Bhanu, i’m okay in here so dont worry about me ya..’, aseli gue gapapa, Na. If you have a time, please read and reply me ya! I miss you so crazy. From crowded-city (Jakarta), Bhanu Two days later.... From    : Anagata Janmawira To      : Bhanu Aradhana Ohmygosh, Bhanu gue lagi ujian,so sorry.  You are right, btw, gue baik-baik aja di sini, cuma agak sedikit gila aja gue di sini karena tugas kampus yang gak ada abisnya huft. Setelah ini berlalu gue janji akan ngabarin lo. Fyi, gue bales ini lagi di bus nih, so see you when i see you, Bhanu. I miss you moreeeee. From England, Ana  1p.m. (waktu-waktu produktif), lebih baik creating darip...

Bertemu Si Rindu, 21p.m

Hay Rindu Masih saja kau buatku candu Hingga rasanya ingin mengadu Bahwa hati dan mulut selalu beradu Kaubuai aku dengan candamu Disisihkan sedikit gelak tawamu Menyebabkan senyum mekarku Lalu membekas di memoriku Jika malam itu menjadi larut Ingin rasanya ditambah kabut Biar saja kita menjadi beku Biar saja kita hanya duduk termangu Sebab aku tak lagi punya kata selain rindu untukmu, Rindu. Dan kuingin tahu, apakah kau juga menamaiku rindu? Ku harap ya begitu

Harapan di Hari Ulang Tahunmu

Hay! Sudah lama rasanya tak jumpa. Kini kulihat kau telah banyak berbeda. Dan semoga memang benar adanya. Selamat ulang tahun ya. Pengharapanku padamu selalu ada dalam doa. Sehat sehat ya. Hingga kamu bisa terus menerus berusaha. Tenang, di sini aku tak lagi bersama si patah hati. Kuikhlaskan kau agar menjadi lebih baik lagi. Terima kasih telah berbaik hati. Membuatku bahagia meski bukan dari tanganmu sendiri. Lingkunganmu membuatku sadar. Betapa roda selalu saja berputar. Aku, kamu, mereka. Tak akan tahu ke mana arah akan menerpa. Selamat ulang tahun sekali lagi ya kamu. Percayalah, aku akan selalu berusaha ada di sisimu. Meski waktu pasti akan jemu. Namun ku tetap berdiri menunggumu. Aku sayang kamu, tanpa kamu tahu.