Anganku: Kamu di Mataku

Ana di mata Bhanu,
Ana itu punya gue. Kalau ada yang berusaha merebut, gue kasih, tp setelah gue ga ada di bumi. Kita tuh ditakdirkan memang berdua. Bersyukur banget deh punya seorang Ana, temen sejak kecil. Dulu, ketika Bandung belum seramai ini kita sering main sepeda dari rumah sampai ke Taman Tegalega. Jaraknya lumayan bagi kami yang masih usia 10 tahun. Ana beda dari perempuan kebanyakan. Ia punya seribu impian dalam hidupnya, satu per satu sedang ia gapai sekarang. Gue sempat berpikir untuk menaruh hati ke dia, tapi tidak jadi. Ana pasti akan tertawa sampai tersendak kalau dengar ini. Katanya, gue itu teman hidup tapi bukan bakal akad dia nanti. Gak apa deh, yang penting gue punya teman spesial seperti Ana.

Bhanu di mata Ana,
Cowok brengsek yang sialnya jadi temen gue sejak kecil. Meskipun begitu, dia banyak makna sih di hidup gue. Pokoknya, i love you in anyways, Bhanu.


*prolog from Anganku's short story

Comments

Popular posts from this blog

Bertemu Si Rindu, 21p.m

Harapan di Hari Ulang Tahunmu

Sang Memoar